South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

Setelah melewati perbukitan dengan rumah rumah yang memiliki Tongkonan di depannya, akhirnya sampai juga di kota Tana Toraja. Apa sih Tongkonan? (Kalo ga salah tulis). Kata Pak Latief adalah semacam lumbung pada yang berada di depan rumah orang toraja yang menghadap ke utara.

Daya tarik utama Toraja ada ada istiadat ritual pemakaman yang dikenal dengan Rembu Solo. Konon katanya untuk mengadakan acara ini pihak keluarga harus mengeluarkan biaya milyaran rupiah guna membeli kerbau dan membiayai pemakaman. Ada satu ungkapan, Jika anda ingin menikah dengan gadis Toraja tanyakan dulu kakek atau neneknya sudah meninggal atau belum. Jika belum maka anda akan ikut menanggung biaya pemakaman. Wah sudah terbayang dikepala saya jika harus menyumbang seekor kerbau bule maka minimal harus mengeluarkan uang 200 juta rupiah.

Pukul 14:00 WITA sampailah di kota Toraja yang katanya sekarang dipecah menjadi Kabupaten Toraja Utara dan Selatan. Bulan Desember ini kota Toraja benar benar ramai karena ada beberapa acara besar yaitu Lovely Desember merupakan promosi wisata tahunan Toraja dan Perayaan Natal Nasional yang diadakan di sini. Setelah berputar putar mencari penginapan yang murah akhirnya kami mendapatkan satu penginapan di pusat kota. Dengan rate 150 ribu buat double bed, cukup terjangkau. Walaupun sebenarnya kami ingin yang lebih murah lagi. Tapi pak Latief bilang kasian cewek-cewek kalo dapat penginapan kamar mandi luar.

Setelah cek ini dan menaruh barang di penginapan perjalanan dilanjutkan ke lokasi wisata yang tidak terlalu jauh sekitar 8 km, yaitu Kete Kesu. Merupakan rumah adat yang dibelakangnya ada goa makam batu. Memasuki kompleks Kete  Kesu membawa nuansa mistis nan exotic, apalagi setelah menyelusuri jalan bebatuan menuju makam yang ada di bukit batu. Guyuran hujan rintik rintik membuat jalanan menjadi licin tapi kondisi ini tidak menyurutkan kami untuk mengabadikan gambar Kete Kesu. Dan sialnya, kamera saya habis baterai… tapi untung beberapa rekan membawa jadi numpang foto buat dokumentasi.

Meniti tangga pemakaman di Kete Kesu membutuhkan perjuangan ekstra keras di bawah guyuran hujan, apalagi sore mulai menjelang dan sinar matahari bersinar redup. Tampak tulang dan tengkorak yang berada di sisi luar goa. Jujur untuk saya pemandangan ini cukup mengerikan. Saya berpikir itu kan jasad manusia nampaknya sangat tidak etis jika di letakan begitu saja dan menjadi tontonan. Beberapa turis tampak bergabung dengan kami untuk melihat lihat makam dan berfoto.  Di sisi lain gua tampak juga beberapa boneka kayu yang konon di buat persis dengan mayat dimakamkan disitu. Seoarang masyarakat lokal bercerita kepada saya, mengapa tempat boneka di pasang teralis dan digembok. Karena boneka boneka ini  sering dicuri dan dijual ke luar negeri dengan harga milyaran rupiah. Tak terbayangkan bagaimana boneka yang mirip orang yang sudah meninggal dunia dipajang di ruang tamu.

Gerimis berlahan berubah menjadi hujan deras. Meskipun kami mencoba buat bertahan dengan berteduh di toko cinderamta, ternyata cuaca tidak bersahabat dengan kami. Setelah “mengacak-ngacak” toko cindramata buat foto-foto kami pun memutuskan  buat meninggalkan kompleks pemakaman. Banyak cinderamata unik di artshop tapi sayang dengan berpikir perjanan jauh lagi lagi nafsu buat belanja ditahan.

Sekembalinya ke kota kami mencari makan siang + malem, karena siang ga sempet makan hehehhehe lumayang pengiritan. Ternyata agak sulit juga mencari makanan halal di Toraja. Beberapa rumah makanan terang-terangan menuliskan menu B2.. Ada juga beberapa restoran yang menyediakan Coto Kerbau. Tapi pak Latief menginformasikan kebanyakan Kerbau di Toraja tidak disembelih secara Islami tapi ditebas. Waduh lagi lagi harus menahan diri untuk tidak makan Coto Makasar. Untuk amannya akhirnya kami makan di sebuah warung kecil di kota dengan Menu Ayam Goreng+Sup+ Nasi. Agak terkejut juga untuk menu yang tidak terlalu mewah harus membayar Rp 30.000,. Cukup mahal buat backpacker seperti kami .

Menjelang magrib kami kembali ke penginapan , rencana setelah mandi dan sholat ingin jalan jalan rental becak Toraja yang bentuknya  unik. Becak dengan penutup atas (canopy) agak memanjang mirip rumah toraja. Tapi semakin malam hujan semakin lebat dan akhirnya kami semua tertidur di hotel setelah perjalanan yang panjang hari ini. Selamat malam Toraja………. zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

South Celebes Trip (part 1) : Mengejar Pesawat Delay

South Celebes Trip (part2): Ngemper di Bandara Sultan Hasanudin

South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

South Celebes Trip (part5): Hari trakhir di Tator

South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…

South Celebes Trip (part 7): Melawan Ramalan Angin Barat di Selayar

South Celebes Trip (part 8): Fast Drive n Fast Food Makasar

6 pemikiran pada “South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s