South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

Setelah tertidur kurang lebih 2 jam akhirnya kami tiba disatu kota, duh sumpah  ga tahu apa nama kota ini. Yang jelas sebelum sampai di kota ini jalannya agak hancur tapi agak terhibur dengan pemandangan yang indah. Sepanjang jalan di suguhkan pemandangan pantai di sebelah barat dan pegunungan di sebelah timur. Setelah melewati Maros dan sampai di Barru matahari sudah mulai nampak  walaupun hujan mulai mengguyur.  Sekitar pukul 08:00 pagi akhirnya sampai di kota Pare Pare dan di UMPAR (Univeristas Muhamadiyah Pare Pare)  sudah menanti salah satu rekan asal Banjarmasin. Ide perjalanan ini berasal dari obrolan di  sub forum salah satu forum internet terbesarIndonesia.  Setelah melalui obrolan panjang, akhirnya terkumpul 7 backpackers asal jakarta , 1 backpakers asal lampung , 1 backpackers asal lampung, serta 1 orang backpakkers asal Makasar yang belakang tidak bisa bergabung karena kesibukan pekerjaan.

Setelah berputar putar di kota Pare Pare dan mengisi perut dan mencari ATM, perjalanan ke Toraja dilanjutkan. Setelah melewati kota Pare Pare kami tidak lagi disuguhkan pemandangan pantai dan pegunungan. Tapi jalanan berbukit dan berkelok kelok yang cukup curam kami lalui. Perjlanan serasa semakin seru ketika memasuki kabupaten Enerkang, hamparan pegunungan dan langit biru seolah menyambut kedatangan kami. Sekitar pukul 12 siang kami istirahat di Kedai yang masih berada di kabupaten Enerkang. Kedai dengan ornamen spanduk kata selamat datang  dalam beragam bahasa ini menjadi pilihan wisatawan mancanegara dan lokal untuk beristirhat .  Selain menjual makanan dan beragam sayuran serta rempah rempah kedai ini memiliki view sebuah gunung yang indah. Dari balkon atas dan atas kedai ini kita dapat melihat pemandangan sebuah gunung yang hijau lengkap dengan aliran sungai dan awan birunya. Orang biasa menyebutnya dengan “Gunung Nona” , memang sekilas tampilan gunung ini mirip payudara wanita. Menikmati secangkir kopi dan ditemani pemandangan indah  membuat kami hampir lupa untuk melanjutkan perjalanan ke Toraja yang tinggal 2 jam lagi.

Ada yang unik cerita dari Pak Latief tentang pemilik kedai yang berusia 35 tahunan. Pak Latief bercerita bahwa wanita pemilik kedai ini menguasai hampir semua  bahasa asing. Walaupun hanya sebatas percakapan sehari hari , saya kira itu adalah hal yang luar biasa.  Pak Latief pun bercerita dia sudah menjadi supir travel sejak tahun 1976 dan kedai ini sudah berdiri dan dikelola oleh ibu pemilik kedai sekarang. Saya sempat tertarik untuk membeli rempah rempah kiloan seperti cengkeh, kopi dan kayu manis yang tertata apik , tapi perjalnan masih sangat jauh dan panjang. Inget ini backpack bukan travel jadi tepis dulu acara belanja….

South Celebes Trip (part 1) : Mengejar Pesawat Delay

South Celebes Trip (part2): Ngemper di Bandara Sultan Hasanudin

South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

South Celebes Trip (part5): Hari trakhir di Tator

South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…

South Celebes Trip (part 7): Melawan Ramalan Angin Barat di Selayar

South Celebes Trip (part 8): Fast Drive n Fast Food Makasar

6 pemikiran pada “South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s