Aku sangat bersyukur dengan kehidupanku yang sangat sempurna. Tuhan memberikan hal-hal yang tak pernah kuduga sebelumnya. Perjalanan kehidupan percintaanku yang penuh liku ternyata berakhir dengan seseorang yang pernah mengenalkan arti cinta pertama kepadaku. Mas Adi, laki-laki yang aku kenal 10 tahun yang lalu di Sekolah Menengah Pertama . Tepat tiga bulan setelah aku menyandang gelar sarjana teknik kami bertemu kembali di acara reuni sekolah dan tepat tiga bulan berikutnya aku menetapkan hatiku untuk menjadi pendamping mas Adi. Banyak teman-teman kuliahku yang memprotes keputusanku untuk buru-buru menikah tanpa berpikir untuk berkarir terlebih dahulu. Namun aku sangat yakin dengan pilihanku ini. Tepat setahun pernikahan kami hadir buat cinta kami, Naila. Buah cinta yang sangat kami harapkan dan kehadirannya benar-benar membuat keluarga kecil ini semakin sempurna. Dan setahun kemudian hadir kemabli putri ke dua kami, Kaila. Aku benar-benar tak berhenti bersyukur kepada Tuhan atas kehadiran dua bidadari kecil ini. Walaupun beban ekonomi terasa berat memilik kedua orang balita aku tidak pernah mengeluh sedikutpun kepada kepada mas Adi. Hingga satu saat teman kuliahku Rina menawarkan aku untuk bergabung di perusahaan tempat dia bekerja. Ada rasa berat ketika harus meninggalkan anak-anak di rumah seharian bersama pembantu tapi di hati kecilku ada keinginan yang besar untuk membantu mas Adi menanggung beban ekonomi rumah tangga. Atas persetujuan mas Adi akhirnya aku memulai karirku sebagai Junior Sales Engineer di salah satu perusahaan asing. Sekali lagi aku benar-benar merasa sangat beruntung dikehidupan ini, Tuhan memberikan aku kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Dan satu yang terpenting, materi yang selama ini tidak terbayangkan olehku , kini mengalir tiap bulan ke rekening dan aku bisa membantu mas Adi menopang beban ekonomi keluarga bersama-sa,a. Benar-benar anugerah yang luar biasa , Tuhan benar-benar baik kepadaku

Nama gedung adalah” Klinik Bersalin Santa Ana ”, dibangunan pada tahun 1950 sebelum adanya Kapel Kesusteran Hati Kudus.gedung tersebut sejak awal didirikan sebagai Klinik Pengobatan yang di prakarsai oleh Kesusteran Hati Kudus di Palembang. Mulai dibuka tahun 1951, dengan kegiatan sebagai klinik berjalan dari rumah ke rumah. Sejak tahun 2003 perubahan nama menjadi Balai Pengobatan Santa Ana.
Kugenggam kuat tangan mas Beno ketika dokter mengatakan bahwa putri tunggal kami positif menderita Leukemia Limfositik Akut , ada banyak rasa kegetiran dan bersalah di dalam hatiku. Rasanya semua pencapaian karir sebagai manajer di sebuah bank swasta tak ada artinya lagi, satu peran penting dalam kehidupan ini terasa terabaikan.