Kisah Kehidupan

Ketika Kartika

kartika
Kartika itulah nama pegawai baru di kantor kami. Gadis muda manis dan energik dan selalu memiliki ide-ide segar. Lulusan dari salah satu kampus terbaik di negeri ini membuat orang-orang mengernyitkan dahi. Mengapa anak sepandai ini mau bergabung di kantor yang tidak bisa memberikan penghargaan finansial lebih. Mungkin uang bukanlah hal yang di cari oleh Kartika karena belakangan aku tahu dia berasal dari keluarga kaya dan tinggal di salah satu permukiman elit di Jakarta. Aku menganggap Kartika seperti adikku sendiri, kebetulan aku memiliki adik seusia Kartika yang sama-sama fresh graduate dan baru masuk dunia kerja. Dari performnya sebagai pegawai baru “everybody love Kartika” namun ada beberapa orang yang tidak bisa bersikap positif dengan energi positif yang diberikan oleh Kartika kepada kantor ini

Hubunganku dengan Kartika semakin dekat walaupun aku jarang bicara dengannya, mungkin memang tipikal ku yang jarang bicara dan bergosip di kantor. Apalagi ketika kami menyelesaikan beberapaproyek besar yang menuntut kami harus kerja lembur sampai malam. Tiga bulan ini kami mendapatkan tugas untuk menyelesaikan konsep toko yang baru karena dikejar deadline dan momen mengharuskan kami bekerja ekstra keras. Malam ini seperti malam-malam sebelumnya ketika kami lembur di kantor, aku dan Kartika bekerja di ruang masing-masing dan kami sibuk tenggelam dengan

pekerjaan kami sendiri-sendiri yang memang berbeda tugas. Sebagai seorang designer Kartika sibuk mendesain ulang tampilan toko di kantornya yang berada di lantai tiga sedangkan aku memeriksa berbagai persediaan barang  untuk keperluan launching konsep baru toko kami.  Waktu menunjukan pukul 9 malam aku menelpon Kartika di ruangannya yang berada di lantai 3 dan mengajaknya  untuk pulang tapi dia menolak dengan alasan kerjaan belum selesai dan ia memutuskan untuk menginap di kantor. Aku sangat kagum dengan semangatnya dan memutuskan untuk tetap tinggal di kantor sampai pekerjaan selesai. Merasa sangat lelah aku memutuskan untuk tidur sejenak di ruanganku yang berada di lantai 1.  Ketika jarum jam berdentang 2 kali aku terbangun dan terkejut nampaknya aku sudah tertidur sangat lama. Aku kembali menelepon ke ruangan Kartika dan lagi-lagi nampaknya dia masih sibuk dengan pekerjaannya. Tepat panggilan ketiga akhirnya Kartika menjawab dia bilang pekerjaan sudah selesai dan dia sangat lapar. Akhirnya aku memutuskan ke ruangannya untuk menjemputnya untuk mengajaknya pulang dan mencari kudapan. Di pintu lift aku bertemu mas Rano satpam yang kebetulan berjaga malam ini. Dia sempat kaget melihat sosokku yang tiba-tiba berjalan ke arah menuju lift, mungkin dia kira aku adalah sosok hantu. Tepat jam 3 pagi aku dan Kartika keluar kantor untu mencari nasi goreng dan setelah itu kami pulang menuju rumah masing-masing.

Meskipun masih ada rasa kantuk menyelimuti mata dan otakku aku tetap melesat menuju kantor dengan sepeda motorku. Walaupun agak telat aku masih berjalan agak santai menuju ruang kerjaku tapinampaknya banyak orang menatapku dengan pandangan aneh. Tapi sudahlah mungkin mereka keberatan aku terlambat 15 menit tapi selama bos tidak keberatan apa peduli mereka. Toh aku juga baru pulang  kantor jam 3 pagi. Tapi semakin aku melirik dan memperhatikan orang-orang di kantor ini semakin aneh , sempet terdengar suara tak jelas tentang “skandal besar”. Tapi aku tetap diam, dari dulu aku juga tidak terlalu perduli dengan gosip-gosip yang bertaburan di kantor. Terkadang gosip-gosip seperti ini membuat  kinerja kita semakin menurun , membuat tidak fokus dengan pekerjaan dan seharian hanya membahas hal-hal yang tidak penting.  Beberapa menit aku merebahkan tubhuku ke kursi kerjaku tiba-tiba Winda rekan seruanganku menepuk bahuku, ” Jo kamu tahu ga?”
Dengan malas-malasan aku menggeleng dan tidak memperdulikan ucapan Winda.
“Jo ini tentang Kartika…. dia melakukan kesalahan dan skandal terbesar di kantor ini”, ucap Wida sambil membelalakan matanya.

Aku terkaget tapi sabelum sempat bertanya apa yang terjadi Winda bercerita bahwa Kartika dan Rano satpam kantor ini sudah melakukan skandal. Mereka memiliki hubungan spesial sejak dua bulanyang lalu. Dan gilanya banyak karyawan yang memergoki mereka berciuman atau bermesraan di ruang kerja Kartika yang memang tertutup. Sampai akhirnya beberapa rekan kerja dan bosku memtuskan untuk menjebak mereka berdua dan tadi malam ada puncak rencana mereka. Ruang  Kartika dipasang beberapa kamera CCTV yang siap merekam semua adegan yang terjadi. Dan aku memang sengaja dijadikan umpan untuk memuluskan penjebakan ini agar semuanya tampak begitu alami karena orang-orang kantor tahu aku dekat dengan Kartika dan sering menemaninya kerja lembur. Aku benar-benar merasa bodoh karena selama ini aku tidak tahu apa-apa dan konyolnya aku seperti memuluskan semua rencana-rencana ini. Rencana kartika untuk mempunyai waktu berduaan dengan Rano dan rencana teman dan bosku untuk menjebak Kartika dan merekam semua kejadian yang sepatutnya tidak menjadi tontonan.

Aku benar-benar marah dengan semua kejadian ini, aku bergegas pergi mencari Kartika ke ruangannya tapi dia tidak ada. Kemudian aku menuju ruang meeting dan melihat dia keluar dan sambil menangis. Aku mengejarnya lalu kutarik dia , Kartika cuma diam dia tidak berani memandang wajahku dia cuma bilang maaf mas Jo dan dia pergi berlari ke ruangannya. Aku sangat kesal dengan Kartika tapi lebih kesal lagi dengan orang yang memiliki ide untuk merekam adegan yang seharusnya tidak jadi konsumsi umum.  Sekelebat aku mendengar suara orang tertawa gaduh dari ruang meeting melihat rekaman yang menonton rekaman CCTV. B iadab! Hatiku memaki. Apakah begini cara yang baik untuk memberi pelajaran dan menghukum orang? Mungkin Kartika memang salah melakukan hubungansuami istri di lingkungan kantor. Tapi apakah tindakan merekam semua kejadian itu dan menjadikannya bahan tontonan dan ejekan adalah tindakan yang benar. Apakah mereka bisa menjamin bahwarekaman CCTV itu tidak akan tersebar ke publik? Apa yang akan terjadi jika 10 tahun lagi tiba-tiba rekaman itu tersebar? Bagaimana dengan masa depan dan keluarga Kartika? Berbagai macampertanyaan itu berputar-putar di otaku. AKu benar-benar pusing dan tidak berkonsentrasi bekerja.

Aku bergegas keluar kantor sebelum jam makan siang untuk menemui pacarku dan menceritakan semua  kejadian ini supaya perasaan menjadi lebih tenang. Setelah semua beban terasa lebih ringankamipun memutuskan untuk makan siang bersama , tiba-tiba salah seorang rekan kerjaku menelpon dan mengajak kami berdua untuk datang ke Farewell party di salah satu karoke yang ada  di daerahSemanggi. Jujur setelah semua kejadian ini aku agak malas untuk bertemu dengan orang-orang kantorku tapi pacarku meyakinkan bahwa aku butuh hiburan.

Tepat jam 7 malam bersama pacarku akhirnya kami berdua sampai di acara Farewell party. Tadinya aku berpikir bahwa suasana akan menjadi kaku setelah aku datang . Tapi nampaknya semua orangsudha melupakan kejadian tadi siang dan mereka terlarut dalam pesta meriah ini. Aku bisa semakin santai dan mencoba untuk menikmati pesta. Di tengah pesta yang meriah tiba-tba datang sosok yangsangat aku kenal, Kartika. Hah? Untuk apa anak ini datang? Apa ga punya urat malu, gumamku. Dengan gaya khas cerianya dia masuk ruang karoke dan menyapa semua orang di ruangan ini denganramahnya. Aku sempat melihat pandangan aneh termasuk dari pacarku tapi Kartika tetap santai. Setelah beberapa saat menikmati makanan dan minuman dengan gaya santai dia menyanyikan beberapabuah lagu sambil tertawa-tawa riang gembira. Aku sempat berpikir dia mabuk tapi nampaknya di sini tidak ada minuman beralkohol. Aku ingin bicara dari hati ke hati dengan Kartika tapi malam itu waktudan tempatnya kurang tepat. Setelah pesta usai aku pulang mengantar pacarku , Anggita. Sepanjang perjalanan kami membahas sikap aneh Kartika dan kami tidak dapat menemukan jawaban apa yangterjadi dengan Kartika. Tapi akhinya kami berkesimpulan mungkin freesex adalah yang biasa bagi dia dan mungkin semua kejadian ini bagi dirinya adalah hal yang biasa.

Ini adalah hari ke tiga setelah semua kejadian yang menghebohkan di kantor ini. Sejak dua hari yang lalu aku tidak melihat Kartika dan Mas Rano. juga sudah tidak tampak di kantor ini. Aku sudah bisalebih tenang walaupun kadang masih merasa sangat bodoh. Makanya mulai detik ini aku mulai perduli dengan semua berita dan gosip di kantor ini biar tidak terlalu terlihat naif. Tiba-tiba telepon selulerku berbunyi dari nomor yang tidak aku kenal. Ternyata bu Rani , salah seorang Dewan Komisaris Perusahan di mana aku bekerja menghubungiku. Aku sempat terkejut mengapa orang sepentingdia menghubungi karyawan rendahan seperti aku. Akhirnya dia bercerita bahwa Kartika adalah anak dari temannya yang sengaja dipekerjaan di perusahaan kami untuk belajar karena diharapkan diabisa memegang perusahaan orang tuanya. Lalu perbincangan berlanjut ke kejadian yang terjadi dengan Kartika. Bu Rani cerita sekitar 2 jam lalu Kartika datang menghadap dia dan memohon sambilmenangis-nangis agar Rano dipekerjakan kembali. Semuanya tampak begitu tidak masuk akal dan sikapnya aneh ujar Bu Rani. Aku tertegun dan berpikir apa yang sedang terjadi dengan Kartika. Lalu buRani meminta tolong kepadaku untuk membantunya menyelediki adakah kemungkinan Kartika dipengaruhi ilmu hitam?

Jalanan jakarta sangat macet tapi aku tetap bergegas menuju kafe di salah satu bilangan senayan untuk menemui Yuri sahabat Kartika yang pernah dikenalkan Kartika kepadaku. Pagi ini aku mendapatemail dari Yuri dan dia sangat ingin bertemu denganku. Tanpa basa-basi kami pun membahas masalah kartika yang sudah kami bagi melalui email dan chatting. Yuri bercerita kalau Kartika sekarangdalam pengawasan orang tuanya, dia tidak boleh keluar ruman dan minggu depan akan diungsikan kerumah saudaranya yang ada di luar negeri. Yuri memastikan bahwa setelah keluarga Kartika berkonsultasi dengan orang pinter , dinyatakan Kartika terkena ilmu hitam dan guna-guna. Untuk menghilangkan pengaruh ilmu hitam yang kuat ini Kartika harus di bawa keluar dari pulau Jawa. Dan mungkin dia akan hidup di luar negeri, mungkin berat jika dia berada di jakarta. Kita tidak akan pernah tahu dengan rekaman CCTV apakah akan menyebar atau mungkin bisa dimanfaatkan beberapa orang untuk memeras keluarga Kartika. Aku sempat tercengang mendengar semua penjelasan Yuri. Rasanya tidak adil orang sebaik Kartika harus menerima cobaan seberat ini, cobaan yang akan menghancurkan masa depannya. Dan yang lebih parahnya lagi ada orang-orang yang bukan menolongnya malah menjerumuskannya masuk ke dalam kesulitan yang lebih besar. Aku hanya bisa berdoa buat Kartika agar dia diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang berat ini.

3 tanggapan untuk “Ketika Kartika”

  1. Keren juga, gan.. Tapi namanya ngingetin gw sm seseorang kira2 belasan tahun yg lalu.. Terinspirasi sm kecengan jadul ya?? huahhahaha.. :p

    Suka

    1. hahaha nama hanya sekedar nama saja … ini kisah nyata kok, tapi nama dan kejadian ada yg sedikit2 di modif biar ga terlalu mirip dengan kisah aslinya…
      semua cerita yg gw tulis rata2 terinspirasi dari kehidupan orang lain

      Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s