Tips Naik Taksi Online di Batam

Permasalahan  taksi online di Batam memasuki babak baru, setelah terjadi konflik yang berujung pada tindakan anarkis, taksi online dan taksi konvesional  bersepakat untuk sama-sama menahan diri agar tercipta suasana aman dan damai. Lha mustinya gitu biar wisatawan nggak pada takut datang ke Batam.

Sesuai peraturan menteri perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun 2017 taksi online dilarang beroperasi selama tidak memiliki izin. Jika ketahuan beroperasi maka taksi online akan ditilang oleh polisi. Sekilas masalah selesai tapi jika ditelisik lebih dalam apakah masalah ketersediaan transportasi umum dengan harga  logis selesai. Pemerintah daerah memang tidak pernah menganggap itu masalah, yang mereka anggap masalah adalah  hidup supir taksi konvesional semakin susah karena tidak bisa bersaing sehat dengan taksi online.

Jika pemerintah tak mampu menyelesaikan masalah rakyat maka rakyat yang akhirnya mencari solusi sendiri. Meski dilarang taksi online tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Untuk melindungi supir taksi online dari aparat yang lebih terlihat jadi pelindung preman ketimbang  rakyat, konsumen tak segan bersusah payah, seperti berjalan beberapa ratus meter untuk menghidari aparat atau akrab dengan supir taksi online.

Saya salah satu konsumen yang masih setia menggunakan  taksi online. Selain harganya lebih terjangkau, merasa lebih aman karena saya tahu nama pengemudi dan nomor kendaraan taksi online. Jika  merasa tidak nyaman dengan pelayanan dapat langsung mengadu ke perusahaan patner aplikasi. Berbeda dengan taksi konvesional (apalagi taksi plat hitam), konsumen  tak memiliki hak untuk mengeluhkan pelayanan yang kurang baik.  Langsung mengeluh ke driver atau mengadu ke perusahaan taksi tidak ada faedahnya.

Harga bukanlah satu-satunya alasan konsumen memilih taksi online dibanding taksi konvesional. Di sistem manajemen taksi online ada  standar minimum pelayanan. Dengan sistem reward & punishment supir berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik karena jika tidak sesuai pelayanan bisa mendapatkan nilai (bintang) buruk dari konsumen dan akunnya di-banned beberapa saat.

Kebijakan pembekuan aktivitas taksi online oleh pemerintah daerah  tentu saja membuat konsumen merasa kecewa. Taksi online dilarang tapi taksi plat hitam masih melenggang santai di beberapa pangkalan. Dan taksi resmi berlogo burung biru tetap tidak bisa masuk bandara, hotel apalagi pelabuhan. Jika pemda tak bisa membuat kebijakan yang bijak dan mengayomi mayoritas warganya, jangan salahkan bila rakyat tidak taat peraturan (kebijakan). Jadi jangan heran jika beberapa warga masih menggunakan taksi online, meski sudah dilarang oleh pemerintah. Apakah kamu salah satunya? Jika ya,  berikut beberapa tips aman naik taksi online di Batam:

  1. Bandara

Rasanya hampir tidak mungkin mendapatkan taksi dengan harga realistis di bandara Hang Nadim. Perusahaan taksi resmi  Blue Bird saja tak dijinkan mengambil penumpang karena monopoli perusahaan taksi bandara. Jika kamu berniat naik taksi online (ojek online) maka harus keluar dari bandara. Dahulu batasnya bundaran taman bandara Hang Nadim Batam, sekarang karena banyak penumpang yang memilih berjalan kaki , akhirnya batas penjemputan taksi/online dimajukan sampai simpang bandara yang jaraknya 3 km dari bandara Hang Nadim.

Solusinya kamu dapat naik Damri  untuk ke luar bandara jurusan Batu Aji atau Nagoya, lalu  di halte Trans Batam atau rumah ibadah. Setelah itu dapat memesan taksi / ojek online bahkan angkutan umum bimbar (bintang kembar). Tapi sayang kamu hanya dapat Damri hingga pukul 5 sore, selebihnya pilihan transortasi hanya  taksi bandara.

2. Hotel

Beberapa hotel di Batam tidak mengijinkan tamunya dijemput dengan taksi online. Alasannya beberapa hotel memiliki armada taksi sendiri atau beberapa hotel bersahabat baik dengan taksi konvesional. Tapi bukan berarti tamu tidak bisa menggunakan taksi online. Dengan mengaku sebagai kerabat atau teman baik siapapun pasti boleh menjemput ke kamar tamu bukan?

Tipsnya agar tidak mencolok calon penumpang idealnya mempersilakan supir taksi online untuk menjemput  ke kamar. Kalau masih ada petugas hotel menghalangi silakan catat nama yang tercantum di name tag lalu laporkan ke  manajemen hotel, masa menjemput sudara sendiri  dilarang.

3. Pelabuhan

Seperti halnya  bandara konsumen memang tidak memiliki banyak pilihan untuk naik transportasi umum di area ini. Apalagi pelabuhan feri internasional yang didominasi wisatawan mancanegara. Tapi dengan sedikit usaha kita tetap bisa naik kendaraan umum dengan harga murah. Walau di beberapa pelabuhan penyebrangan tersedia Trans Batam tapi untuk sampai ke haltenya butuh tenaga ekstra untuk berjalan kaki. Dan juga  dibutuhkan iman yang teguh untuk menghadapi beberapa oknum yang kadang mencoba mengecoh lokasi halte atau merayu bahwa bus sudah tidak beroperasi.

Jangan bertanya mengapa pelabuhan dengan halte Trans Batam  tidak dibuat terintegrasi seperti di Singapura. Tanyakan pada rumput yang bergoyang, mungkin pejabat pemda  belum pernah studi banding ke negara tetangga. La iyalah maunya piknik yang jauh-jauh seperti Zimbabwe biar bisa melipir ke Amerika atau Paris lalu beli tas Hermes.

Setelah ke luar dari daerah kekuasan taksi konvesional  dengan Trans Batam, kita bisa berhenti di halte terdekat untuk memesan taksi online bukan?

4.  Kawasan Terlarang

Jangan pernah  naik taksi online di daerah yang sering dijadikan tempat razia seperti Batam Center (Pelabuhan Feri Internasional, Alun-Alun Engku Putri, Mega Mall) dan pusat perbelanjaan Nagoya. Jika kamu terpaksa naik dari tempat itu sebaiknya berjalan sedikit menuju rumah ibadah terdekat dan menunggu taksi online di sana. Kejam banget kan kalau ada yang berani merazia taksi online di halaman masjid atau gereja.

5. Kantor

Kantor saya berada di kawasan Batam Center yang konon merupakan daerah aktif razia taksi online. Tapi dari pengalaman saya tidak pernah bermasalah naik taksi online. Dan logikanya orang tidak akan berani masuk ke kantor orang tanpa alasan apalagi merazia. Jadi tipsnya agar tidak terlihat mencolok lebih baik taksi online menjemput di halaman kantor daripada di pinggir jalan.

Kalau kamu nggak punya kantor bisa SKSD (sok kenal sok dekat) dengan sekuriti kantor lalu minta ijin agar kamu bisa naik taksi online dari halaman kantornya. Tapi jangan kantor pemda atau kantor polisi, itu namanya konyol.

6. Supir & Nomor Kendaraan

Setelah memesan taksi online di tempat umum biasanya saya meng-capture atau membuat catatan nama supir, nomor kendaraan dan nomor telepon taksi online diponsel atau aplikasi lain. Agar tidak perlu bolak-balik membuka aplikasi taksi online yang dapat memancing pihak lain. Kalau perlu ponsel yang digunakan untuk memesan aplikasi dimatikan dan menggunakan ponsel lain untuk menelepon.

7. Salam

Agar tak terlihat menumpang taksi online, jabat erat tangan sang supir ketika bertemu lalu mengobrol santai,  layaknya sahabat atau kerabat yang sudah tidak bertemu bertahun-tahun. Yakinlah kita konsumen selalu bersahabat dan bersaudara dengan taksi online. Masa ada yang mau sweeping naik kendaraan saudara sendiri?

Buat Mbak-Mbak yang masih single bisa menjabat tangan erat lalu menciumnya dan berkata. ” Makasih ya Bi udah jemput Umi.” Karena sesungguhnya cinta bisa dan jodoh  datang dimana saja, termasuk di taksi online.

8. Duduk di Depan

Kalau di lagu “Pada Hari Minggu” ku  duduk di sampir kusir yang sedang bekerja. Nah kalau di taksi online duduklah di samping  Mas Driver  yang sedang bekerja, agar kamu tidak dicurigai sebagai penumpang tapi nggak usah pake nyender.

Abaikan perkataan orang-orang lain yang menuduh kamu gonta-ganti pacar karena sesungguhnya banyak pacar yang nasibnya nggak beda dengan supir taksi. Cuma dijadikan tukang antar jemput. *eaaa*

9. Tidak Demonstratif & Waspada

Waspada itu penting Kakak karena mata-mata taksi konvesional ada dimana-mana, bisa saja mantan kamu. *eeh* Begini lho Kak maksudnya, ketika kamu memesan taksi online tetap waspada dengan kondisi sekitar. Tidak demonstratif k menelepon supir seperti berteriak keras-keras, “iya Mas driver GOCAR, saya ada di sini, jemput ya!”

Kalau saran aku sih mungkin bisa diganti dengan kalimat yang lebih menyejukan. “Iya Beb… Aku nungguin kamu di sini… di pelaminan.”

10 .Tawakal

Jika pada  akhirnya kamu  tertangkap oleh aparat yang konon sangat mencintai supir taksi konvesional maka kamu harus tawakal karena cobaan hidup itu bisa datang kapan saja. *hening* Ini Batam Neng! Nggak cuma cinta yang diuji tapi  tapi kesetianmu dengan taksi online juga bisa diuji.

Tulisan ini curahan hati penulis yang lelah dengan semua drama tak online di kota Batam. Penulis tidak bertanggung jawab dengan segala akibat yang ditimbulkan dengan mempratekan tips di atas. Sesungguhnya tips ini  hanya  untuk mereka bermental baja dan nggak pernah iklas membayar taksi konvesional yang harganya di luar logika. Lalu kira-kira apa tips kamu agar aman naik taksi online di Batam.

9 pemikiran pada “Tips Naik Taksi Online di Batam

  1. Iya. Pernah keluar dari kantor BI di batam…cegat si burung biru gak ada yg mau brenti. Sekuriti bilang jgn pesen taxi online di sini. Walhasil sama si boss yg udh ngomel2 kita jalan kaki ke pangkalan taxi. Nunggu lama baru dtg supirnya. Eh pake acara ambil mobil pulak di sebrang jalan. Yg mangkal bukan taxi dia. Pusyiing.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s