Timor Leste Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy

spot pertama - Bukit Tasi Tulo , Dili , Timor Leste
spot pertama – Bukit Tasi Tulo , Dili , Timor Leste

Saya dan El berjalan berjingkat menuju gerbang. Berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan suara napas. Tapi nyatanya suara jantung El lebih kencang dari suara napasnya. Rosi dan Evi tertawa kecil di depan pintu sambil memberi kode bahwa situasi aman terkendali. Baru jalan dua langkah tiba-tiba Snappy, anjing berbulu coklat muncul. Kontan El dan saya menjerit histeris.

Snappy, anjing di kesusteran St Elisabeth , sejak tadi malam ramah menyapa saya dan El. Menyambut kami dengan gonggongan bahagia, ekornya berputar naik turun tanda suka cita. Tapi dasarnya kita takut anjing, begitu Snappy mendekat kita kabur. Dan Snappy sangka kita ngajak dia maen petak umpet. Salah paham yang terlalu dalam kawan. Sejak saat itu kalau melihat kita berdua Snappy pasti selalu nguber. Jujur, semua ini membuat saya dan El tidak berani bertatap muka dengan Snappy. Dan perjalanan dari rumah utama menuju pintu gerbang merupakan perjuangan berat. Lebih berat dari perjalanan Kupang-Dili.

Akhirnya Suster Yovita datang membantu menjinakan Snappy yang ingin ikut jalan keliling Dili. Sebelum sempat keluar, pintu gerbang ditutup dan Snappy cuma bisa ngintip. Dadah Snappy ujar El ceria sambil melambaikan tangan. Dan Snappy hanya bisa melolong sedih.

Bukit Sri Yohanes Paulus Yohanes II di Tasi Tulo menjadi tujuan pertama . Orang Dili biasa menyebutnya “Joao Paulo II”. Sepakat tarif 5 dollar , kamipun melenggang melewati pusat kota menuju arah Balide bersama taxi berwarna kuning. Ternyata sang supir salah informasi dia mengira JP adalah Universitas Katolik Beato Joao Paulo II. Untung harga tidak berubah , bahkan mendapat bonus berhenti sejenak di Katedral Imaculada.

Taxi di Dili tidak menggunakan argo , langsung tawar ketika membuka pintu. Jadi dibutuhkan kemampuan bernegosiasi. Mungkin bagi pendatang kata kunci yang harus diingat adalah “karung” , artinya mahal dalam bahasa Tetum . Tarif taksi di malam hari harganya bisa melambung menjadi dua kali lipat lebih. Karena kebanyakan mereka yang menggunakan taksi di malam hari adalah orang asing (bule).

Jarak Dili ke Tasi Tulo sekitar 8 km ke arah barat. Sepanjang perjalanan yang terlihat bukit berwarna keemasan . Sedangkan sungai Comoro kering kerontang tanpa air, menyisakan ladang bebatuan di bawah jembatan. Setelah melewati bundaran Bandara internasional Presiden Nicolau Lobata, taxi melaju sampai terminal Tasitulo.

Ongkos angkot dari pusat kota sampai terminal 0,25 sen. Jika mau berhemat dari terminal Tasi Tulo kita bisa berjalan kaki menuju Bukit Joao Paulo. Tapi perlu tenaga ekstra untuk naik ke atas bukit patung Sri Yohanes Paulus Yohanes II. Untung kami menyewa taksi dan sang supir bersedia menunggu.

Di pelataran parkir JP pemandangan laut menyapa pengunjung. Garis pantai melengkung dengan ornamen jalan menuju Ermera. Tempat yang sempurna menyaksikan matahari terbenam.

Tanggal 12 Oktober 1989 , Sri Paus Yohanes Paulus ke-II melakukan perayaan misa kudus. Selain bernilai religius lokasi ini memiliki makna historis bagi masyarakat Timor Leste. Kuburan massal pembantaian peristiwa Santa Crus 12 Nov 1991 dimana ribuan pemuda di tembaki di pemakaman umum Santa crus.

Sejenak Evi dan Rosa masuk ke dalam gereja di komplek Joao Paulo II untuk berdoa. Berikutnya kami bergegas menuruni bukit, melanjutkan jelajah kota Dili. Berharap ada keindahan dan keunikan lain di tanah yang pernah menjadi bagian dari Ibu Pertiwi.

menawar - taxi tanpa argo dan ac di Dili, Timor Leste
menawar – taxi tanpa argo dan ac di Dili, Timor Leste
bermalam- Kesusteran St Elizabeth di TaiiBesi
bermalam- Kesusteran St Elizabeth di TaiiBesi
Katedral Imaculada, Dili
Katedral Imaculada, Dili
indah-pemandangan dari pelataran parkir "Joao Paulo II"
indah-pemandangan dari pelataran parkir “Joao Paulo II”
Tasi Tulo - satu-satunya patung "Joao Paulo II" di dunia
Tasi Tulo – satu-satunya patung “Joao Paulo II” di dunia
tempat ibadah - gereja kecil di samping patung  "Joao Paulo II"
tempat ibadah – gereja kecil di samping patung “Joao Paulo II”

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.