Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 2): Taman Megalitik Sekala Brak

Situs Purbakala Sekala Brak
Situs Purbakala Sekala Brak

Mendung menggantung di kaki bukit barisan berlahan sinar matahari tertutup awan gelap. Kami istirhat sejenak di sebuah bibir tebing bukit Purajaya, menikmati keindahan kota Liwa. Awan semakin mengumpal hitam di angkasa, target kami sebelum hujan tiba haru sampai di Situs Sekala Berak.

Situs Sekala Berak berada di lereng Gunung Pesagi, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Memiliki luas sekitar 3 hektar situs ini diyakini sebagai pusat peradaban di jaman batu. Serakan batu monolit diyakini merupakan perlengkapan ritual atau upacara sakral.

Mendung di Bukit Purajaya
Mendung di Bukit Purajaya

Batu-batu besar berbagai ukuran dan bentuk disejajarkan dalam empat baris memenuhi areal situs menghadirkan suasana mistis seperti di pemakaman. Sebuah pohon besar di tengah-tengah areal memperkuat kesan suram.

Pintu Gerbang Situs Purbakala Sekala Brak
Pintu Gerbang Situs Purbakala Sekala Brak

Berdasarkan brosur Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menyatakan bahwa situs Batu Berak merupakan peninggalan dari masa megalitik alias zaman batu besar prasejarah (sebelum Masehi). Situs ini juga dikelilingi beberapa peninggalan lain, seperti situs Batutameng, Telagamukmin, Batujaya, Air Ringkih, dan Batujajar. Semuanya menggambarkan kehidupan, upacara pemujaan, penguburan, dan permukiman manusia zaman batu besar.

Batu : Saksi Bisu Peradaban Purbakala
Batu : Saksi Bisu Peradaban Purbakala

Keberadaan situs ini juga dikaitkan dengan Kerajaan Skala Brak diperkirakan telah ada pada kisaran abad-12, sebuah kerajaan yang besar dan termashur bertahta di lereng Gunung Pesagi yang diyakini sebagai asal usul suku bangsa Lampung.

Pohon Besar di Tengah Kompleks SItus
Pohon Besar di Tengah Kompleks SItus

Dari Bumi Skala Brak inilah suku Bangsa Lampung tersebar ke berbagai penjuru daerah dengan mengikuti aliran sungai (Way) Komering, Way Semangka, Way Sekampung, Way Seputih, Way Tulang Bawang, Way Umpu, Way Rarem dan Way Besai.

Pemandangan Indah Situs Sekala Brak
Pemandangan Indah Situs Sekala Brak
menhir (kiri); dolmen (kanan)
menhir (kiri); dolmen (kanan)

Tampak beberapa muda-mudi asik berjalan atau duduk di antara 50 menhir dan 30 dolmen di areal situs berumput hijau. Para pengunjung yang kebanyakan pasangan kekasih lebih menikmati kesunyian situs dibandingkan keunikan artefak. Apalagi hawa pegunungan segar membuat orang betah berlama-lama di sini.

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 1): Turun di Tengah Jalan

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 2): Taman Megalitik Sekala Brak

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 3): Dilema Air Terjun

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 4): Sebuah Cerita Kebun Kopi

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 5): Jeram-Jeram Sungai Way Besai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 6): Jak Way Besai Sapai Danau Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 7): Pagi di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 8): Bebek di Ranau

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 9): Pantai Tanjung Setia

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 10): Tenda di Tepi Pantai

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 11): Beach Boy

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 12): Hoki dan Sunset

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 13): Pagi Usai Pesta Semalam

Bikepacker Menjelajah Lampung Barat (part 14): Pulang!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s