Halaman Rindu

flower

Cinta kita luas tak terjamah, bermekaran dimanapun dengan cara berbeda, universal. Tanpa ingin dimiliki dan memiliki.

Segaris sinar matahari melewati celah tanaman perdu. Semua bunga berharap , ada cinta baru dari sebuah pagi. Hati kami telah lama membeku oleh dingginya malam, seru sekuntum mawar. Aku tak hanya beku tapi basah oleh linangan embun, dahlia bergumam. Anggrek terdiam, hanya ia dan Tuhan bahwa kumbang tak membuat hatinya luka, tapi meninggalkan parut.

Kami memang bukan kuntum baru yang menyemarakan taman, tapi kami keindahan. Simbol venus idaman para pria. Jika sampai saat ini belum sekuntum pun terpetik , itu hanya soal waktu dan takdir. Keyakinan itu selalu ada. Di sana , di sini , di situ , di mana saja selalu merindukan kami. Tapi tidak satupun berani berkata. Mungkin kita terlalu agung buat mereka.

Teman apakah kalian tidak lelah terlalu lama menanti, berdiri, tersedu merindukan mentari. AkuĀ  tidak, ujar mawar. Karena mentari menyisakan bayang-bayang harapan dan masa lalu. Aku ingin rona nyata di hati bukan sekedar pendar-pendar ilusi di pagi, lalu menghilang takala senja. Semua terdiam. Bagaimana jika malam menjemput kita tetap sendiri tanpa harapan. Teman, kita tidak sendiri. Meskipun tak ada siapapun di hati ini.Bukan berarti tidak memilik cinta. Cinta kita luas tak terjamah, bermekaran dimanapun dengan cara berbeda, universal. Tanpa ingin dimiliki dan memiliki.

Buat Penghuni Halaman Rindu

2 pemikiran pada “Halaman Rindu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.