Sumatra Barat Travelling

Batu Kalang Plu++s

Pantai Batu Kalang
Pantai Batu Kalang | Sony DSC-TX10

Rico – rekan asal Painan, Pesisir Selatan Propinsi Sumatra Barat – berkata bahwa di kampungnya ada pantai indah dengan batu granit besar menjulang seperti di Belitung namanya Batu Kalang. Apa iya? Mari kita buktikan dan akan saya berikan  bonus tambahan ujarnya sambil tersenyum. Bonus?

(Selasa, 3/6/2013) Kapal Sumber Rejeki Baru akan berangkat ke Mentawai pukul 12:00 dinihari, berarti ada waktu 10 jam .  Maunya sih ke danau Singkarak tapi  beberapa jalan ke sana ditutup untuk perhelatan “Tour De Singkarak 2013”. Khawatir terjebak macet dan  telat sampai di pelabuhan Muara Padang kami memutuskan ke Pesisir Selatan. Momen yang tepat untuk menjawab rasa penasaran . Sayapun mengontak Rico untuk menjadi guide ke pantai Batu Kalang

Minibus meluncur ke arah selatan melewati pelabuhan Teluk Bayur, melewati pantai-pantai indah lalu menanjak ke  bukit . Lengkungan garis pantai semakin terlihat mengecil. Tepat di sebuah tikungan tajam berhenti lalu menyebrang jalan menuju batu besar. Dari atas sini terlihat pelabuhan Teluk Bayur lengkap dengan pulau kecil di seberang sana. Kapal-kapal hilir mudik bergerak keluar masuk teluk meninggalkan jejak buih putih di belakngnya. Bagai jejak pesawat jet  di langit biru.

Rumah Makan Simpang Bungus persinggahan berikutnya. Gulai ikan kerapu di sini kata Rico paling maknyus, wajib dicoba. Bungkus deh, untuk makan siang di pantai. Harga seporsi relatif murah, Rp 20 ribu saja,  nasinya banyak banget, satu bungkus bisa berdua. Tinggal  beli lauk tambahan atau peyek kacang bisa makan mesra, sebungkus berdua. Aihhh…

Sebetulnya perjalanann dari Padang menuju Batu Kalang hanya dua  jam , tapi karena sering berhenti untuk berfoto jadi agak ngaret . Belum lagi, rasa lapar dan aroma gulai ikan kembali memaksa kami berhenti di Kayu Gadang, tepat di depan kedai sederhana. Turun ke tepi sungai berbatu besar lalu membuka nasi bungkus RM Simpang Bungus. Legitnya gulai ikan kerapu sangat cocok dengan barek Solok – beras asal Solok – nan tersohor. Sambil makan di atas batu besar separuh kaki tercelup di air sungai dan beratun-ayun. Nikmat sekali dunia ketika  lidah bergoyang , perut kenyang , kaki terasa segar dan akhirnya matapun mengantuk. Ayo teman semangat, tujuan masih jauh jangan tertidur di sungai Kayu Gadang.

Semua orang di mobil terkantuk-kantuk dan akhirnya tertidur kecuali sang supir . La iyalah, bahaya kalo supirnya ikutan tidur. Baru sejam terlelap tiba-tiba terasa guncangan hebat. Minibus yang kami tumpangi menapaki bukit melalu jalan berbatu. Kita sampai di bukit Mandeh ujar Riko tempat olahraga gantole. Panorama pantai lebih dari 180 derajat menghampar dari ketinggian. Dengan jelas bisa memandang laut lepas dan pelabuhan Carocok, Kecamatan Koto XI Tarusan. Rasanya seperti burung melihat gugusan pulau-pulau kecil. Bonus yang luar biasa.

Masih di kecamatan Koto XI Tarusan, sampai di Pantai Batu Kalang tepatnya di Kanagarian Ampang Pulai. Masuk ke perkampungan nelayan langsung disuguhkan pantai berpasir putih. Kepala dan lensa kamera  keluar jendela mobil, tidak sabar. Sabar ya, ujar Rico. Sebelum jembatan  mobil berhenti, kami menyebrangi muara kecil . Selamat datang di Pantai Batu Kalang, tapi dimana batunya. Pemandangan hanya pantai pasir putih dan air laut jernih kebiruan. Batunya ada di ujung sana, kita harus berjalan ke utara. Nikmatnya menyusuri pantai berpasir halus tanpa alas kaki.  Sirap pondok kecil dan daun pepohonan seolah menyambut bersama lambaian angin.

Batu-batu besar menjulang mengakhiri jejak kaki di pasir, tidak ada jalan lagi. Rico berkata jika air tidak pasang kita bisa berjalan di sela batu besar menuju ujung bukit. Menaiki batu tertinggi , menikmati sisi lain keindahan pantai ini.  Hari ini  langit benar-benar indah, gumpalan awan itu bagai biri-biri berombak, bergulung-gulung di langit biru. Tidak berlebihan jika pantai ini disejajarkan dengan pantai cantik di Pulau Belitung. Dalam bahasa setempat kalang artinya halang , keberadaan batu-batu besar ini seolah melindungi dan menopang bukit kecil yang ada dibelakangnya.

Saya semakin penasaran , apakah ada objek lain di Kabupaten Pesisir Selatan. Wah banyak sekali, jawab rico: Pantai Muara Bayang, Jembatan Akar, Goa Batu Ngalau Dewa, Langkisa, Pulau Cingkuak, Pantai Sago dan Air Terjun Timbulun. Saya hanya bisa menganga sambil penasaran berat.

Bagaimana Kesana
– Menyewa  mobil sehari  rate Rp 500 ribu – Rp 700 ribu tergantung kapasitas
– Alternatif bus atau travel ke arah Painan
– Rekomendasi menyewa kendaraan karena banyak tempat indah bisa dikunjungi sepanjang perjalanan

Tips
– Gunakan pakaian nyaman namun sopan
– Perlengkapan wajib pantai : tabir surya, topi, sunglasses dan air minum
– Datang lebih pagi sebelum air pasang, agar bisa menyebrang ke ujung bukit melalui batu
– Berpergian dalam rombongan lebih baik
– Tempat wisata gratis, biasanya hanya biaya parkir kendaraan

Muara kecil di tepi pantai Batu Kalang
Muara kecil di tepi pantai Batu Kalang | Sony DSC-TX10
keindahan pertama menyambut pengunjung
keindahan pertama menyambut pengunjung | Sony DSC-TX10
pondok kecil di tepi pantai
pondok kecil di tepi pantai | Sony DSC-TX10
untuk mencapai batu besar pengunjung berjalan melewati pantai ini
untuk mencapai batu besar pengunjung berjalan melewati pantai ini | Sony DSC-TX10
berdiri di atas batu besar
berdiri di atas batu besar | Sony DSC-TX10

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bonusnya

15 komentar

  1. ah saya belum total menikmati daerah ini dulu saat diajak ke sana… sudah sore ketika itu dan harus kembali ke painan…

    itu pun sebenarnya belum sampai benar di batukalangnya… melihat jepretannya ini jadi membuat saya harus mengagendakan ke sana lagi nih 🙂

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.