10 Things To Do in Mentawai

10 Things To Do
10 Things To Do

Kepulauan di barat Sumatra  terkenal dengan pantai cantik dan ombak besarnya. Konon Mentawai salah satu spot surfing terbaik di dunia. Apa benar surfing satu-satunya aktivitas yang bisa dilakukan. Mari menelisik  pedalaman Pulau Siberut menyusuri sungai. Menyatu dengan alam dan mengulik aktivitas eksotis suku pedalaman.


1. Menyusuri Sungai
Mengawali perjalanan dari Desa Muara Siberut kapal menuju hulu sungai melewati hutan mangrove  lalu menembus hutan pandan dan palm berbulu, horsfileda macrothysa. Desa pertama yang kami jumpai Mailepet, sungai berkelok menyisir pemukiman penduduk. Butuh keterampilan nakoda melewati sungai dangkal agar tidak karam. Belum lagi menghindari dahan pohon dan bambu tumbang di tengah sungai. Mendebarkan sekaligus mengasikan , tak kala pompong warga melintas menebarkan keramahan dalam senyuman. anaialeoita! Salam yang artinya apa kabar dikumandangkan.

Menyusuri sungai dikelilingi hutan tropis
Menyusuri sungai dikelilingi hutan tropis

2. Trekking Ekstrim
Sungai satu-satunya akses utama menuju pedalaman Mentawai. Jalan tanah bukan pilihan bijak di musim hujan. Bersiap-siaplah bermain dengan lumpur. Minimal berlatih keseimbangan  meniti kayu nibung. Kalau terpeleset alas kaki akan terbenam dalam. Butuh tenaga besar menariknya , jika apes sendal akan putus dan siap-siap bertelanjang kaki selama di sini.

Trekking ekstrim bersama lumpur dan kayu titian
Trekking ekstrim bersama lumpur dan kayu titian

3. Tinggal di Uma
Uma, rumah tradisional bersama terdiri dari dua bagian, serambi terbuka untuk tamu dan ruang tertutup ruang tidur keluarga. Kontruksinya seperti kebanyakan rumah panggung di Sumatra, dibangun dengan pasak dan teknik ikatan. Bagian atasnya ditutup dengan rumbia atau pohon sagu. Berada di dalam Uma benar-benar menyatu dengan alam. Suara hewan dan gemercik air sungai terdengar jelas. Bersama keluarga Sikerei – dukun adat – bercengkrama melewati hari-hari di Mentawai.

Umai, rumah tradisional Mentawai
Umai, rumah tradisional Mentawai

4. Memasak Sagu
Sagu makanan pokok penduduk setempat. Biasanya dari dahan besar dirajang , dilarutkan bersama air lalu disaring agar mendapatkan butiran halus. Namun ada acara instant yang saya suka, dahan-dahan sagu muda dipetik lalu dipotong sepanjang setengah meter. Batang ini dipanggang diatas bara api, setelah seludangnya mengering batang direkahkan. Sagu matang langsung bisa disantap, bentuknya memanjang mirip mpek-mpek lenjer.

Kalebai memasak pucuk sagu muda
Kalebai memasak pucuk sagu muda

5. Berenang di Air Terjun
Dataran tinggi Pulau Siberut tidak terlalu ekstrim, hanya 500 mdpl. Air terjun Pokmas di desa Madobag eksotika tersembunyi di rimba Siberut. Rasanya luar biasa berenang di air terjun terlindungi hutan tropis yang masih perawan. Penglaman tidak terduga di pulau yang terkenal keindahan  pantainya.

berenang di air terjun Pokmas, Siberut
berenang di air terjun Pokmas, Siberut

6. Mencari Ikan
Para wanita mengenakan rok berjumbai daun pisang. Kalabai – istri Sikerei – membimbing menuju Sungai Ogai di samping Uma. Mengajarkan menangkap ikan untuk santap malam. Jaring ditebarkan ke arah hulu melawan arus berharap ada yang terperangkap. Seekor ikan kecil terjebak lalu dimasukan ke dalam bumbung bambu di punggung. Bagaimana hasil ikan hari ini Kalabai. Cukupkah untuk makan malam satu kompi :D.

Kalabai mencari ikan di sungai
Kalabai mencari ikan di sungai

7. Membuat Panah Beracun
Panah beracun salah satu perlengkapan berburu untuk melumpuhkan hewan besar. Sikerei menunjukan keterampilan meramu racun dari tumbuhan . Lalu mengoleskannya ke ujung anak panah dan dikeringkan dengan bara api. Hati-hati ya, racun ini bisa melumpuhkan manusia dan dan hewan besar. Terus kalau kita kena bagaimana? Ya diramu dulu penawarnya, ujar Sekerei… Tapi agak susah sih. Nah lho!

Sekerei membuat panah beracun
Sekerei membuat panah beracun

8. Berburu
Memanah bukanlah satu-satunya cara berburu. Membuat jebakan bagi hewan kecil dan unggas keterampilan suku Mentawai untuk mendapatkan makanan. Perlu kesabaran penuh mendapatkan hewan buruan tapi kalau dapat kita akan makan besar kawan.

berburu salah satu keterampilan lelaki Mentawai
berburu salah satu keterampilan lelaki Mentawai

9. Membuat Kabit
Setelah para wanita mencari ikan di sungai, giliran kaum pria membuat kabit alias cawet. Masyarakat Mentawai tidak mengenal seni tenun dan pemintalan benang. Pakaian dibuat dari kulit kayu disayat tipis memanjang. Lalu dipukul-pukul setelah bagian kulit keras dibersihkan. Ajaib, kulit kayu keras menjadi lembut bagaikan kain. Tapi sabar, kabit tidak bisa langsung dikenakan. Kulit kayu harus dicuci agar getahnya hilang. Setelah dikeringkan di bawah sinar matahari, kabit bisa digunakan. Caranya, dililitkan mirip popok dan hasilnya. Tada… Tampak seksi mirip mengenakan g-string.

membuat kabit dari kulit kayu
membuat kabit dari kulit kayu

10. Menyaksikan Tarian
Malam terakhir di Uma, Sikerei bersama seorang kerabatnya menunjukan kepiawannya menari. Dengan pakaian kebesaran dan hiasan daun berjingkat-jingkat menari menirukan unggas. Mengepak-ngepak bagai bagau di pantai bersama irama kendang. Sejenak kemudian beliau mendendangkan sebait lagu, konon untuk memanggil arwah yang telah berpulang. Nuansa mistis menyeruak sejenak , keheningan memekat dalam gelap malam dan kami masih terkesima keunikan budaya Mentawai.

Sekerei menari
Sekerei menari

Mentawai tidak hanya tentang keindahan pantai dan gulungan ombak impian peselancar dunia. Namun pesona alam dan  eksotika budaya ribuan tahun lalu siap membawa anda berpetualang. Beranikah  mencobanya?

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

Simak versi audio perjalanan di Mentawai dengan mengaktifkan tombol play soundcloud di bawah ini:

32 pemikiran pada “10 Things To Do in Mentawai

  1. Ini masih belum semuanya ni di ceritain…
    Khusus Uma aja bisa panjang kali lebar…
    Belum lagi urusan perjalanan ke dan dari air terjun…
    Apalagi kabit… Gak siap2 kite cerite ntar… :p

    Suka

  2. salam kenal bang danan..
    tambah pengen nih ke mentawai., hehe
    kapal yg bawa kita ke desa, apa itu nyewa atau emng umum? trus nginep di Uma itu, gmn cara dapet aksesnya? berikut ongkos kapal n biaya nginepnya ya bang.. tengkyuu buat jawaban pentingnyaa 😀

    Suka

    1. Kapal kapal itu sehari kita sewa lmyn mahal sehari 1,5 juta tapi krn kita share cost lumayan dibagi bagi. Waktu itu seingatku share cost per orang 2,5 juta utk sewa kapal , nginep diuma, bayar guide, beli logistik

      Suka

      1. oo.. lumayan mehong ya.. ini yang mao pergi cuma sendiri.. harus cari temen dlu nih.. ada rekomendasi guide nya bang?

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s