Krakatoa Adventure 2012 (part 6) : Mendaki Anak Krakatau

Pulau Rakata dan Puncak Anak Krakatau (sumber : koleksi pribadi)
Pulau Rakata dan Kaldera Anak Krakatau (sumber : koleksi pribadi)

Pukul 4 pagi. Malam masih pekat tapi keramaian sudah tampak di pelabuhan Gubuk Seng, Pulau Sebesi. Kerlap-kerlip lampu kapal berpendar di ujung dermaga. Pelancong bangun lebih pagi, berburu matahari terbit di puncak Anak Krakatau. Suara mesin kapal berpadu dengan ombak besar dan angin, berderu-deru mengawali pelayaran ke selatan.

pukul 4 dinihari - bersiap menuju Krakatau
pukul 4 dinihari – bersiap menuju Krakatau

Tak ada yang kami lihat selain pekatnya malam dan kapal-kapal kecil saling berlomba menuju Krakatau. Berlahan semburat jingga berpendar di ujung timur, makin terang. Pagi datang menjelang bersama keindahan gunung tinggi di hadapannya.

sunrise - sebelum mendepi di Anak Krakatau
sunrise – sebelum mendepi di Anak Krakatau

Perairan pulau anak gunung Krakatau relatif tenang. Satu persatu kami menuju daratan dengan menggunakan perahu kecil. Pasir hitam labil menyambut ketika menjejakan kaki di pulau yang terbentuk dari aktivitas vulkanik. Petugas Jagawana tampak menyapa para pengunjung memberikan informasi gunung Krakatau dan mengingatkan untuk tidak merusak alam serta membawa tumbuhan atau hewan dari pulau kawasan konservasi Cagar Alam Krakatau.

Pesona Anak Gunung Krakatau
Pesona Anak Gunung Krakatau

Sebelum Erupsi pada tahun 1883 Rakata  merupakan pulau dengan tiga gunung: Gunung Krakatau, Gunung Danan dan Gunung Perbuatan. Ledakan Pada hari Senin, 27 Agustus 1883 hanya menyisakan Gunung Krakatau. Namun pada tahun 1927 di antara bekas gunung Danan dan gunung Perbuwatan muncul gunung Anak Krakatau akibat aktivitas vulkanis di dalam perut bumi. Dengan pertumbuhan 20 ini per bulan tidak mengherankan jika sekarang ketinggiannya mencapai di atas 230 meter.

mendaki gunung anak Krakatau
mendaki gunung anak Krakatau

Setelah melewati hutan , jalan setapak berpasir menanjak . Tidak sampai satu jam puncak anak Krakatau menyapa. Dari sini terlihat kaldera dengan lelehan belerang panas membatu. Samar tercium aroma belerang tapi tidak terlalu dalam. Cuaca dan kondisi gunung pagi ini sangat bersahabat. Di sisi lain tampak pulau Rakata menjulang di kelilingi lautan biru.

puncak anak gunung krakatau
puncak anak gunung krakatau
lelehan belerang panas membeku
lelehan belerang panas membeku

Meskipun aktivitas vulkanis Gunung Krakatau tidak seaktif anak Gunung Krakatau. Nampaknya aktivitas di sekitarnya masih tetap terjadi. Terbukti beberapa daratan kecil baru muncul di sekitar pulau Rakata.

daratan baru di sekitar pulau Rakata
daratan baru di sekitar pulau Rakata

Pelancong melakukan aktivitas photography di puncak gunung. Mengabadikan fenomena alam atau mendokumentasikan kehadiran diri di gunung yang berada di Selat Senda. Dua rekan wanita sayapun tidak ketinggalan. Berpose ala “jagoan”, bertarung di atas puncak gunung Anak Krakatau.

bertarung di puncak anak Gunung Krakatau
bertarung di puncak anak Gunung Krakatau
bertarung di puncak dengan latar belakang Rakata
bertarung di puncak dengan latar belakang Rakata

kembali ke laut- menuntaskan keindahan di Gunung Anak Krakatau

Matahari semakin terik , angin laut mulai kencang menerbangkan abu vulkanis . Saatnya untuk turun melanjutkan penjelajahan hari ini menuju pulau Rakata. Menyambangi keindahan bawah laut Laguna Cabe.

RELATED STORIES
Jalur Tak Biasa, Teluk Lampung
Singgah di Sebesi
Pemburu Kerang
Pulau Umang Umang
Fishing @ Night
Mendaki Anak Krakatau
Lagun Cabe
Ritual Festival

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s