
Anak lelaki berdiri di pantai berpasir hitam, tangannya menggenggam gancu – besi panjang tak tajam – di pundaknya bergelayut tas besar. Peluh di dahinya berpendar ditimpa matahari sore. Namun niatnya tak surut berburu kerang di tepi lautan lepas. Dialah sang pemburu kerang.

Pria-wanita, dewasa dan anak-anak saling berpacu mengadu keberuntungan menggali pasir kehitaman rapuh di tepi pantai. Ritual masyarakat Sebesi menjelang sore hari ketika air laut surut menyisakan jejak ombak.

Sambil bercengkrama mata mereka tetap nanar menembus air laut sebatas mata kaki, mencari hewan molusca bercangkang keras. Terbayang menu makan malam sup kerang ataupun sedikit uang jika buruan hari ini laku dijual.

Sebuah potret kehidupan kecil Pulau di selatan sumatra. Mungkin ini hal biasa bagi mereka yang biasa hidup di pesisir. Tapi pemandangan ini sangat luar bagi saya, pantulan air menyisakan kisah dalam jejak rekam kamera.

Tiga anak kecil asik bermain menanti bunda yang setia berburu. Berendam di air yang tak terlalu dalam sambil tertawa riang menikmati sinar mentari.

“Nanti kita bagi dua ya”. Ahmad berkata pada Andi sahabatnya membawa sekantung kerang. Keduanya jalan akrab menuntun sepeda berjalan pulang.
RELATED STORIES
Jalur Tak Biasa, Teluk Lampung
Singgah di Sebesi
Pemburu Kerang
Pulau Umang Umang
Fishing @ Night
Mendaki Anak Krakatau
Lagun Cabe
Ritual Festival

Danan, all of pictures are so cool. I love it…
SukaSuka
terimakasih pak sudah mampir
SukaSuka
dua bulan yang lalu, saya dan keluarga juga ngelakuin hal yang sama.. habis dapet seplastik, langsung di rebus dan di santap ama indomie 😀
nggak ikutan mas?
SukaSuka
Engga aku pemalu mas wkakkakakakq
SukaSuka