
Iklim tropis merupakan ekosistem paling tepat bagi tumbuhan suku anggrek-anggrekan (Orchidaceae). Tidaklah mengherankan jika Indonesia memilik 5000 dari 25000 species anggrek di dunia. Kekayaan hayati inilah menginspirasi dibangunnya rumah anggrek atau Orchidarium. Kebun Raya Bogor – Botanical Garden terbesar dan terlengkap di Indonesia- menjadi pilih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun kawasan Orchidarium (rumah anggrek). Pada tanggal pada 25 Mei 2005 , taman di sisi timur laut Kebun Raya diresmikan oleh Megawati Sukarno Putri.
Memasuki rumah anggrek anda akan disambut ruang pamer serbaguna berisi beragam informasi anggrek. Di bagian depan berjajar anggrek warna-warni yang siap “diadopsi” oleh pengunjung. Sebuah rak bersandar di tiang ruang berisi botol-botol kecil berisi tunas anggrek kecil dalam media gel juga menanti orang tua asuh. Tunas anggrek ini dijual dengan harga 70 sampai 100 ribu rupiah, tergantung jenisnya.
Rumah kaca di sebelah timur menawarkan beragam jenis anggrek lokal. Dahan buatan menyebar di setiap sudut , tempat bergantung tumbuhan epifit. Sebuah kolam dengan air mancur menghadirkan kesejukan hutan tropis di dalam ruangan. Kaki sayapun enggan beranjak dari sini, menikmati beragam jenis anggrek sesekali duduk di sebuah bangku.
Tumbuhan rimbun di rumah kaca sebelah barat membangkitkan imajinasi saya. Seolah-olah berada di hutan tropis Kalimantan. Sebuah taman dengan air terjun kecil di dalam kolam kecil berhiaskan tumbuhan air. Hawa sejuk semakin terasa ketika uap air disemprotkan dari pipa kecil di atas bangunan, menciptakan tetesan hujan. Mungkin inilah kondisi lingkungan yang paling pas untuk anggrek. Udara lembab tropis yang tidak langsung terpapar oleh matahari.
Kembali saya memasuki ruang pamer dan naik ke lantai dua. Dari sini saya dapat masuk ke rumah kaca melalu balkon kecil menjorok ke taman anggrek. Hamparan tanaman anggrek dengan warna-warninya tak bosan untuk dipandang, meredakan rasa stress. Beberapa pengunjung tampak asik mengabadikan keindahan hayati Indonesia, anggrek.
Terdapat dua jenis anggrek, lokal dan hybrid. Anggrek lokal merupkan jenis asli Indonesia berasal dari hutan-hutan di bumi pertiwi, dari Sabang sampai Merauke. Sedangkan hybrid merupakan pengembangan teknologi kawin silang, memunculkan jenis baru. Anggrek-anggrek ini dikembangkan dengan sistem kultur jaringan. Di mana kultur jaringan daun tumbuhan disemaikan dalam media gel khusus. Cara ini lebih efketif dibandingkan pengembang biakan secara alami.
Lokasi rumah anggrek berada di sebelah timur laut Kebun Raya Bogor, jaraknya cukup jauh dari pintu utama selatan. Jika anda berminat mengunjungi rumah koleksi anggrek khas Indonesia, dapat masuk dari pintu timur.Jangan lupa membawa uang lebih , siapa tahu anda berminat mengadopsi salah satu khas Indonesia. Dan memajangnya di taman rumah sebagai bentuk kepedulian mencintai kekayaan hayati Indonesia.













huehehe, amazing … ngingetin aq ama moment di botanical garden spore yg lbh menarik drpd orchid road 😀
SukaSuka
ya loe ga demen belenjong, ga menarik orchid road
SukaSuka
Huaa…kenapa klo ke KRB slalu lupa mo masuk kesini yak 😦
Keren bgt..
SukaSuka
asli keren, enak buat ngadem kalo panas… ada kabut buatan
SukaSuka