Krakatoa Adventure 2012 (part 1) : Jalur Tak Biasa, Teluk Lampung

Singa Laut - mengantar kami melintasi Teluk Lampung
Melintasi Teluk Lampung

Sabtu, 7 Juni 2012. Memulai petualangan baru menuju Pulau Krakatau, sang legenda dari Selat Sunda. Bersama komunitas pecinta bahari  menuju  Pelabuhan Lempasing, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Menyusuri Teluk Lampung menerjang ganasnya samudra menuju Pulau Sebesi, jalur yang tak biasa. Biasanya para pelancong berangkat dari Pelabuhan Canti, Kalinda. Namun demi sebuah misi – kampanye jangan membuang sampah di laut – kami melalui jalur berbeda.

bagai penyambutan - kapal warna-warni dan umbul-umbul
bagai penyambutan – kapal warna-warni dan umbul-umbul
memperbaiki jala - aktivitas nelayan di pagi hari
memperbaiki jala – aktivitas nelayan di pagi hari
kapal nelayan melaju
kapal nelayan melaju

Kapal nelayan warna-warni serta kibaran bendera umbul-umbul  seolah menyambut  bagai pesta rakyat di tepi pantai. Langit biru serta air laut yang tenang memberikan semangat pelayaran pagi ini. Peserta dengan beragam latarbelakang meramaikan perjalanan ini. Mulai dari wisatawan asing, peneliti , pecinta olahraga memancing , photographer sampai artis .  Bersatu mengkampanyekan untuk tidak mengotori laut, bagian terluas dari bumi pertiwi.

Sang Singa Laut bergerak meninggalkan pelabuhan
Sang Singa Laut bergerak meninggalkan pelabuhan
Pantai Mutun
Pantai Mutun

Tepat pukul 10:00 WIB “Singa Laut” – nama kapal – memutar baling-baling sekoci bergerak berlahan menyusuri pantai. Daratan andalas semakin menjauh menyisakan warna hijau pudar. Pantai Mutun seolah meninggalkan , bergerak mundur diterpa angin laut. Pulau-pulau kecil saling berlomba seolah berlari menjadi ciri khas pemandangan di Teluk Lampung.

ABK melambai minta pertolongan
ABK melambai minta pertolongan

Sebuah kapal nelayan berwarna biru terombang-ambing limbung di tengah lautan. Awaknya melambaikan tangan kepada kami . Mereka minta bantuan i agar menarik kapalnya ke pelabuhan, mesin sekocinya mati mendadak. Sayang kami tidak bisa membantu banyak. Karena jika kembali ke pelabuhan akan membuang waktu 2 jam perjalanan dan  telat sampai di Sebesi. Melalui radio amatir sang nakoda meminta bantuan kapal lain.

kapal berbentuk bagan
kapal berbentuk bagan
burung camar bertengger di atas bagan
burung camar bertengger di atas bagan

Bau amis tiba-tiba menyeruak disambut puluhan bagan keramba ikan tongkol dan kerapu. Area ini dikenal dengan nama “bagan”, tempat memelihara dan mengekembang biakan ikan. Puluhan burung camar bertengger di atas bambu bagan menanti ikan muncul ke permukaan atau sisa pakan.

jalur yang tak biasa -  Pelabuhan Lempasing menuju Pulau Sebesi (sumber www.wikimapia.org)
jalur yang tak biasa – Pelabuhan Lempasing menuju Pulau Sebesi (sumber : http://www.wikimapia.org)

Baru tiga jam berlalalu, masih tersisa satu jam menikmati jalur pelayaran  tak biasa di Teluk Lampung

RELATED STORIES
Jalur Tak Biasa, Teluk Lampung
Singgah di Sebesi
Pemburu Kerang
Pulau Umang Umang
Fishing @ Night
Mendaki Anak Krakatau
Lagun Cabe
Ritual Festival

11 pemikiran pada “Krakatoa Adventure 2012 (part 1) : Jalur Tak Biasa, Teluk Lampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.