Kamu tak pernah berjanji akan hadir di sini tapi aku setia . Berdiri di atas jeti merekahkan harapan hati akan keajaiban alam. Rapalan doa kulantunkan sebagai usaha terakhir agar kau datang.
Beridri terpaku di lobi bergaya joglo dalam aura tradisional tropis. Mata menatap bentangan cakrawala biru jauh di sana. Namun hati dan pikiran terpaut pada dua nama , sangat Indonesia.
“Riani atau Tirta, mas?” Suara wanita di depan saya membangunkan lamunan.
“Dua-duanya bisa?” ~ ish aku serakah, tapi bukan pengen threesom ya~
“Baiklah, saya antar dulu untuk melihat, biar nanti Mas yang memutuskan.” Senyumnya penuh isyarat mengiringi langkah. Ah aku jadi penasaran.