
Menulis dan berbicara dua hal berbeda. Bagaimana jika travel blogger ditantang bicara di depan umum. Berbagi kisah dan tips travelling.

Menulis dan berbicara dua hal berbeda. Bagaimana jika travel blogger ditantang bicara di depan umum. Berbagi kisah dan tips travelling.

Kehilangan bagasi bagai mimpi buruk, terutama buat cewek-cewek. Semua baju dan peralatan dendong buat gaya di depan kamera hilang. Sisi positifnya , ada alasan untuk belanja gila-gilaan. Tapi tidak semua tempat wisata ada tempat belanja. Apalagi kalau buget-nya mepet. Mati gaya dah…
Menutup perjalanan ke Nepal dengan melongok atap dunia puncak Mt Everest di Himalaya bersama Buhdha Air terbang selama satu jam mengitari gunung es. Melihat lebih dekat puncak impian para pendaki dunia.
Malam ini waktunya menikmati kuliner khas Nepal dengan nuansa eklusif di Thamel House Restaurant. Makanan pembukanya kacang kedelai sangrai berbumbu rempah sambil dihibur tiga orang penari.
Hari terakhir di Kathmandu kami habiskan dengan jalan kaki keliling kota,melihat sisi lain ibukota Nepal. Tanpa disangka kami menemukan jalan dengan deretan toko pakaian bermerk dan makanan cepat saji.
The Garden of Dreams ( Nepali : स्वप्न बगैंचा), taman sejarah neo klasik, terletak di tengah-tengah Kathmandu kota, Nepal . Taman ini terkenal sebagai taman Enam Musim yang diciptakan Marsekal Kaiser Sumsher Rana (1892-1964) pada awal 1920.
Bhaktapur Durbar Square adalah alun-alun di depan istana kerajaan tua Bhaktapur Raya, 1400m di atas permukaan laut. Salah satu dari tiga Kuadrat Durbar di Lembah Kathmandu di Nepal, yang semuanya Situs Warisan Dunia UNESCO .
Nagarkot merupakan dataran tinggi di distrik Bhaktapur sebelah timur Kathmandu yang berhawa sejuk. Tempat sempurna menyaksikan matahari terbit di puncak Everest sekaligus lembah Kathmandu. Malam ini saya singgah di Bhangeri Durbar Resort yang berada 3500 di atas permukaan laut.