Sulawesi Selatan, Travelling

South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…


Pagi pagi sekali saya bersama teman teman yang hobi fotografi ke pantai bergegas untuk menyongsong sun rise tapi ternyata kita salah posisi. Seharusnya kita pergi ke pelabuhan tapi kita malah ke pantai yang berlawanan.  Ya sudah tidak dapat sun rise hari ini semoga dapat sunset nanti sore.


Sekembalinya di penginapan beberapa rekan sudah bersiap siap berangkat ke pelabuhan. Berdasarkan informasi pagi jam 09:00 ada penyebrangan ke Selayar. Karena takut terlambat dan tertinggal kapal jam 08:00 kami sudah antri tiket di pelabuhan ternyata untuk hari ini pelayaran di undur jam 3 sore. Rasanya cukup lama menunggu sampai jam 3 sore, akhirnya kami putuskan untuk snorkling di pulau Liukang Liu yang jaraknya 15 menit perjalanan dengan menggunakan kapal.


Terumbu karang di sekitar pulau Liukang Liu  benar benar indah tak terasa hampir 2 jam lebih kami snorkling. Sebetulnya ada keinginan untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kambing, satu jam perjalanan menggunakan boat dari pantai Tanjung Bira. Tapi berdasarkan informasi yang kami dapat angin barat tidak sedang bersahabat dan laut disekitar pulau kambing merupakan laut dalam dan bukan pantai landai. JAdi idealnya di sana melakukan diving dan buka snorkling.

Pulau kambing , mendengar namanya mungkin agak sedikit aneh. Yang ada dipikirkan saya waktu itu, mungkin bentuk pulau mirip kambing atu dulu ada kerajaan kambing di sana. Ternyata tidak, berdasarkan cerita masyarakat setempat, pulau kambing adalalah tempat menggembala kambing. Tapi bukan menggembala biasa, jadi kambing kambing itu dilepas di pulau kambing lalu ditinggal . Setelah setahun baru pemiliknya menjenguk lagi kambing yang telah beranak pinak. Benar benar cara berternak yang mudah murah meriah.


Lelah bersnokling di pulau Liukang Liu kami makan siang di warung terdekat dan bersiap siap menyebrangi ke pulau Selayar. Akhirnya kapal yang di tunggu tunggu datang, setelah bongkar barulah memuat kami penumpang dan mobil.  Jam 15:00 kapal meninggalkan pelabuhan Tanjung Bira menuju Selayar. Saya merasa de ja vu sperti menyebrangi selat sunda tapi ini lautnya terlihat lebih dalam dan ombaknya lebih besar. Bersama rekan bacpakcker kami memilih duduk di dek paling atas dekat udang mengemudi nakoda. Walaupun terbuka tapi disini kami bisa melihat indahnya lautan lepas. Kira kira satu jam perjalanan di kejauhan tampak timbul tenggelam mahluk dari air. Kami pikir itu adalah lumba lumba tapi biasanya lumba lumba tidak sendirian mereka lebih suka bergerombol. Setelah diperhatikan ternyata ikan paus yang sedang berenang. Sang nakoda berkata jika hari ini cerah dan  kita melihat lumba lumba atau paus berenang maka biasanya besok akan ada badai besar, begitu juga sebaliknya. Wah kami tidak berharap besok badai di Selayar karena kami berencana untuk menyebrang ke Tanabonarate dan snorkling di sana.

Pukul 17:00 WIB kami sampai di pelabuhan Pamatata dan langsung menuju ibukota kabupaten Selayar, Benteng. Kesan pertama yang kami jumpai begitu menjejakan kaki di pulau ini adalah sangat tertinggal. Karena jalanan berbatu dan  beberapa rumah kayu tampak tanpa listrik .  Lebih dari dua jam kami disuguhkan pemandangan yang benar benar alami, pantai dan ratusan pohon kelapa yang melambai lambai. Saya merasa seperti di Way Nipah salah satu pantai terpencil di Lampung yang juga tanpa listrik. Begitu sampai di kota Benteng kondisi berubah 180 derajat, sesuatu yang sunyi menjadi begitu ramai seperti layaknya kota besar kabupaten. Berderet ruko dan bangunan permanen mengingatkan saya akan kota Pringsewu. Sesampai di kota Benteng kami mencari penginapan yang paling murah  dan jatuh pilihan kami pada wisma Pemda. Kamar double bed  dihargai 200 ribu sudah dengan ac dan televisi. Dan tentu saja kami menyewa dua kamar saja, satu room buat cowok n satu room buat cewek. Rencana berikutnya adalaha makan malam di kota Benteng. Teman saya berharap kota Benteng memiliki tempat wisata kuliner seperi alun alun di Karimun Jawa tapi ternyata di sini tidak terlalu banyak pilihan makanan. Akhirnya jatuhlah pilihan kami pada sebuah rumah makan yang menyediakan menu nasi campur, nasi ikan bolu dan mie ayam. Sekembalinya dari makan malam kami semua langsung masuk kamar dan tidur, mempersiapkan energi untuk besok pagi mengelilingi pulau Selayar dan jika cuaca bagus menyebrang ke bonarate.

South Celebes Trip (part 1) : Mengejar Pesawat Delay

South Celebes Trip (part2): Ngemper di Bandara Sultan Hasanudin

South Celebes Trip (part 3): Angkut Satu Lagi dari Pare Pare

South Celebes Trip (part4): Kita di Tator… THo!!!!

South Celebes Trip (part5): Hari trakhir di Tator

South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…

South Celebes Trip (part 7): Melawan Ramalan Angin Barat di Selayar

South Celebes Trip (part 8): Fast Drive n Fast Food Makasar

9 tanggapan untuk “South Celebes Trip (part 6): Tanjung Bira…”

  1. padahal deket gapura “Selamat Datang” kota Benteng ada warung makanan khas Selayar, seperti ikan bakar parrape, ikan bakar ombang, , nasi jagung, dll

    Enak, harga terjangkau, tempatnya homey & friendly
    ^_^

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar