Inikah Travelmate Impian Kamu?

Seperti halnya mencari pasangan hidup, pada akhirnya kita akan menemukan teman yang benar-benar cocok untuk traveling. Biasanya kalau sudah “klik” kita akan jadi pasangan tetap tapi belum tentu jadi pasangan hidup.

Memang ada teman traveling yang nggak asik? Kalau menurut saya, asik nggak asik itu tergantung diri sendiri bukan orang lain. Karena dengan pengalaman mengunjungi tempat baru dan budaya baru harusnya traveler menjadi lebih adaptif terhadap karakter orang.

Tapi sebagai manusia dan juga jomblo (baca jalan sendiri) boleh dong kalau saya berandai-andai memiliki teman traveling yang menyenangkan. Kira seperti apa-apa ya travelmate impian saya?

  1. Good Planer

Dulu saya pernah punya teman traveling yang jago banget membuat itinerary perjalanan. Baginya membuat rencana perjalanan bukan sekedar mengejar destinasi sebanyak-banyaknya, memesan tiket pesawat atau hotel tapi mengatur perjalanan menjadi sangat logis? Apakah jalanan berbatu, aspal atau tanah merah. Kalau musim hujan berapa waktu yang dibutuhkan untuk sampai?

Memang sih tidak ada perjalanan yang sempurna tapi dengan rencana yang detail, kemungkinan menemukan masalah di perjalanan akan sangat kecil.

Sangking kagumnya, saya pernah mengusulkan agar ia membuka usaha agen perjalanan atau menjadi konsultan traveling bahkan blogger. Tapi ternyata yang bersangkutan sekarang lebih memilih membuka usaha jual beli perlengkapan outdoor sesuai passion-nya.

2. Problem Solver

Pernah punya pengalaman jalan-jalan nggak asik karena semua orang panik ketika dihadapkan masalah tidak terduga. Saya pernah, kami ketinggalan pesawat karena keasikan ngopi. Terus mau saling menyalahkan? Ya ampun, yang kita butuhkan bukan siapa yang salah tapi bagaimana memecahkan masalah.

“Tenang gaes… Traveling itu nggak sekejam pacar yang sudah jadi mantan, semua masalah pasti ada jalan keluarnya”, begitulah kira-kira ucapan si pemecah masalah. Lalu idenya yang terkadang out of box keluar dan membuat kita bisa menikmati perjalanan.

“Ya sudah kita beli tiket lagi, berapapun harganya. Walau derita cicilan kartu kredit harus ditanggung 12 purnama. Piknik must go on!”

3. Si Mood Booster

Pernah punya teman yang mood-nya gampang melorot kaya kancut kendor. Jumlah like foto instgram nggak sampe seribu langsung uring-uringan. Video youtubenya nggak dikomen langsung meriang. Wah kalau ketemun teman traveling model begini langsung jeburin aja ke samudra Atlantik atau ditinggal di gurun Sahara.

Aku tuh maunya teman yang bisa bikin semua orang happy di kondisi terburuk sekalipun. Selalu bisa melihat masalah dan ketidakberuntungan sebagai sebuah hikmah. Yakinlah dengan mood bagus maka energi baik akan melingkupimu dan alam semesta akan senantiasa membantumu.

Jadi inget pengalam bertahun lalu ketika akan menyambangi suku anak dalam di hutan Jambi, lalu sampai di lokasi menghadapi kenyataan bahwa guide yang kami hubungi ditangkap polisi karena kasus pembunuhan.

“Slow aja Man! Yakinlah selalu ada hikmahnya.” Lalu kami berlima bengong di rumah makan selama berjam-jam sampai akhirnya seorang yang diutus Tuhan datang menolong.

4. Fotografer Handal

Siapa sih yang nggak senang punya teman jalan serasa memiliki fotografer pribadi dan seorang penata gaya bahkan MUA (make up artist) terkenal. Duh aku berasa Awkarin deh!

Tapi jangan senang dulu, kalau kamu bisa punya foto bagus apakah teman kamu bisa? Apakah kamu mau memfoto temanmu dengan segenap hati dan perasaan. Jangan-jangan ketika kau memfoto temanmu, nggak sadar kalau yang bokeh (blur) wajahnya bukan latarbelakangnya.

Jangan ngomong aku nggak bisa kalau kamu nggak pernah berniat membuat orang bahagia dengan usaha membuat foto temanmu cetar.

“Jadi aku perlu khusus fotografi sebelum traveling.”

“Nggak juga kale. Belajar dari youtube bisa juga kale.”

5. Tajir & Dermawan

Wah kalau tipe yang kaya gini idaman banget, ketika kekurangan uang traveling bisa jadi bank dadakan bahkan ATM berjalan.

“Ya udah Beb, pakai aja uang aku dulu nanti bayarnya kalau sudah pulang.”

Lalu dengan tanpa malu kamu bilang “bisa nggak aku pinje cc kamu untuk belanja?”

“Oh boleh. Kebetulan yang satunya unlimited nih.”

“Bisa dicicil 12 kali?”

“Bisa banget bahkan dibayar di akhirat.”

*hening*

Punya teman traveling tajir dan baik hati jangan bikin kita lupa diri apalagi nggak tahu diri. Banyak lho kasus teman traveling ujung-ujungnya jadi musuh abadi gegara uang yang nggak seberapa. Jadi walau teman travelmu tajir melintir bagai juragan minyak, pandai-pandailah membawa diri.

6. Hobi Makan

Makan itu perlu banget saat traveling karena menurut aku selain berfungsi menjaga kesehatan, makan itu seperti mood booster. Jadi plis deh kalau traveling lupakan sejenak diet dan keinginan untuk mencari makanan sehat.

Kalau ingin makanan sehat silakan dibawa sendiri tapi dengan syarat dengan ketentuan tertentu, pertama tidak merepotkan orang untuk membawanya, ke dua bisa dimakan kapan saja dan tidak perlu banyak waktu untuk mempersiapkannya. Karena kita ini mau traveling bukan mau syuting acara masak memasak seperti Farah Quin.

Ketiga, jangan suruh kita keliling kota karena kamu mencari menu diet. Duh berat ama traveling bareng kamu, sudah diet pakai jalan keliling kota.

7. Pecinta Matahari

Saya bukanlah tipe pejalan yang suka bangun siang lalu tidur larut malam. Salah satu kenikmatan hakiki traveling itu menyaksikan matahari terbenam dan terbit. Jadi jangan suruh saya berleha-leha untuk bangun siang atau dugem sampai pagi.

8. Si Selow

Walau hobi bangun pagi saya bukanlah tipe orang yang serba terburu-buru menikmati destinasi, seolah traveling seperti menamatkan sebuah buku, dari halaman satu berlanjut ke halaman berikutnya tanpa memberikan kesempatan hati dan otak untuk merenungkan nikmat perjalanan.

Ketika sudah lelah dengan rutinitas sehari-hari, ada ruang hati yang harus diisi dengan pengalaman batin melalui traveling. Caranya? Mengobrol dengan orang-orang baru dengan latarbelakang sosial yang berbeda, itu akan menambah prespektifmu tentang hidup. Bahasa gampangnya wawasan akan terbuka dan tidak menjadi katak dalam tempurung, karena yang kamu lihat tidak hanya dari sisi kamu.

9. Hobi Jalan Kaki

Jika traveling sendirian saya selalu menyempatkan diri untuk jalan kaki keliling kota karena traveling membuat lebih sehat dan bisa menikmati objek dengan lebih detail. Ini penting banget bagi penulis dan blogger, karena untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya kita harus mendekat dengan objek, bukan hanya mengambil foto saja lalu informasinya googling di internet.

Sudah siap jalan dan naik betis jika traveling bersama saya. Lalu kira-kira seperti apa travelmate impianmu? Travelmate yang nggak hanya mengarungi perjalnanan tapi juga kehidupan. Ya elah itu teman jadi demen kali Mas.



Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: