Jalan2Cuap2 Singapura Travelling Video

[Vlog] Jalan Ke Lorong Buangkok Singapura

Jalan2Cuap2 -Salah tempat di Singapura yang membuat penasaran adalah Kampung Buangkok yang konon merupakan kampung “becek” terakhir di Singapura. Memang di Singapura ada kampung beceknya?

Kampungnya sih nggak becek-becek amat kalau kemarin saya ke sana jalannya agak becek karena ada pipa air yang bocor, aslinya jalanan kampung Buangkok rapih dan bersih walau rumah-rumah di sana sederhana.

Halaman rumahyang asri dengan tumbuhan dan bunga.

Berbeda dengan kebanyakan warga Singapura yang tinggal di flat atau apartemen, warga kampung Buangkok tinggal di rumah berdinding papan atau bata dengan arsitektur jadul.  Kawasan lorong dengan lebar kurang dari 3 meter ini memang terlihat sangat kontras dengan gedung tinggi di sekitarnya.

Ada sekitar 28 rumah di kawasan ini. Konon warga di sini tidak mau menjual lahannya kepada pemerintah untuk dibangun ulang. Jadilah kawasan ini tetap orisinal seperti aslinya tapi tetap tersentuh pembangunan. Jaringan air bersih, listrik dan telekomunikasi tetap tersedia bagi warga Kampung Buangkok.

Dan yang paling menyenangkan ketika berjalan ke bagian belakang rumah dengan  halaman luas, terlihat kebun  buah dan bunga yang asri dengan burung yang tidak terusik oleh hadirnya  manusia. Wah kalau di Indonesia pasti burung-burung ini pasti sudah ditangkap dan dijual bahkan menjadi lauk makan siang.

Lalu kira-kira bagimana dengan keseharian warganya ya? Kalau penasaran simak video blog singkat perjalanan saya ke Kampung Buangkok Singapura.

Video ini direkam dengan iphone 6s dan diedit dengan aplikasi splice.

Video di atas tayang di NET CJ  untuk melihat versi tayang televisi silakan klik di sini.


10 komentar

  1. Kupikir tak ada lagi rumah selain berbentuk apartemen di Singapura. Orang yang punya rumah dan halaman dianggap kaya di Singapura:D eh ternyata masiha ada tersisa kampung ini.

    Suka

  2. Baru tau, ternyata masih ada tempat tinggal sederhana di Singapore yang notabene identik dengan flat dan apartmen. Bagus tuh, warganya gak mau jual lahan, biar ada kesan originalnya, kalo singapore tuh dulu gini lo..

    Suka

  3. Kalau saya tinggal di Singapura, saya lebih memilih tinggal di kampung ini ketimbang di flat. Biarlah rumah berdinding kayu, berlantai semen, tapi suasana hidup di kampung itu terasa sekali….

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s