Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur

An Nur msjid terbesar di kota Dili Timor Leste

An Nur msjid terbesar di kota Dili Timor Leste

Lapar membawa kami kembali menuju Kampung Alor. Memenuhi janji diri makan ayam bakar 1/2 dollar. Tapi ayam-ayam itu sudah laku terjual dan meninggalkan senyum penjual serta kata “maaf “ Kami berempat cuman bisa menahan air liur sambil mengendus-endus aroma tersisa.

Bangku panjang di depan ruko tempat menjual nasi kuning tadi  menjadi persinggahan. Dengan tangan gemetar  membuka nasi bungkus . Terimakasih Tuhan ternyata ada ayamnya walaupun cuma sepotong kecil. Mengigitnya dikit demi sikit sambil membayangkan ayam bakar 1/2 dollar. Tiba-tiba. “Plak!!!” Sebuah pukulan kecil mengganggu kenikmatan. Elyudien mengajak sholat Dzuhur.  Nasi kuning kembali saya bungkus lalu pergi menuju masjid. Rosi dan Evi ngikik bareng liat tampang mupeng saya. Huaaa laper.

Masjid An Nur bukan masjid pertama di Dili. Masjid pertama ada di daerah Toko Tujuh, Kampung Arab (Desa Lecidere). Namun lambat laun pusat pendidikan agama Islam pindah ke masjid An Nur . Setelah portugis merelokasi penduduk Islam Alor dari Karaketu Farul ke Morro Alor di tahun 1956. Di tahun yang sama masjid An Nur didirikan atas inisiatif Imam Haji Hasan Bin Abdulah Balatif Kepala Kampung Alor dan masyarakat muslim Dili. Pendirian ini direstui oleh Kepala Suku Arab saat itu, Hamud bin Awad Al-Katiri. Tanggal 20 Maret 1981 masjid An Nur kembali diresmikan setelah direnovasi oleh  Pangdam IX/Udayana Mayjen Dading Kalbuadi.

Arsitektur bangunan moderen didominasi lengkung pada setiap jendela dan tiang. Bangunan lantai satu digunakan sebagai aktvitas peribadatan. Dan lantai dua terdiri ruang-ruang kelas tempat belajar madyarasah. Di tengah bangunan terdapat taman dan air mancur. Nampaknya sedang direnovasi.

Masjid berkubah emas ini merupakan bagian sejarah umat Islam di Timor Leste dan Indonesia. Menjadi tempat basis perjuangan masyarakat Timor Leste mengusir Portugis, proses berintregasi dengan Indonesia. Dalam bukunya bertajuk Islam di Timor Timur, Ambarak A Bazher menulis  peran tokoh-tokoh umat Islam Timor Timur seperti H. Salim Bin Said Al-Katiri, Hedung Bin Abdullah dan Sya’ban Joaqim dalam meminta bantuan rakyat dan pemerintah Indonesia.

Ketika bersujud menghadap Allah, saya merasa de ja vu. Seolah pernah berkali-kali mengunjungi masjid An Nur. Merasa bahwa memiliki hubungan ikatan batin di sini. Saya  bukan orang asing di sini. Mungkin kita berpisah tapi kita tetap bersaudara tapi tetap dalam ukuwah yang sama, Islamiyah.

ayam 1/2 dollar - target ke kampung Alor

ayam 1/2 dollar – target ke kampung Alor

lantai satu masjid An Nur tempat aktivitas beribdah

lantai satu masjid An Nur tempat aktivitas beribadah

kubah berwarna emas - ciri khas masjid An Nur

kubah berwarna emas – ciri khas masjid An Nur

pilar-pilar memenuhi bagian dalam masjid

pilar-pilar memenuhi bagian dalam masjid

renovasi masjid An Anur tahun 2012

renovasi masjid An Anur tahun 2012

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

Tag:, , , ,

About Danan Wahyu Sumirat

pekerja teknik yang konon tidak berjiwa teknik | pecinta seni dan hobi berceloteh di souncloud | menyukai broadcasting , jurnalistik dan fotografi | sekarang senang membuat video clip jalan-jalan indie bertajuk "jalan2cuap2"

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.102 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: